Untuk Para Cewek yang Selalu Minta Dibayarin Cowok: Baca Ini

Posted on


Kita tinggal di masyarakat yang mengagung-agungkan pria sebagai 'pemimpin' atau 'kepala rumah tangga'. Akibatnya, secara langsung maupun tak langsung, kita para cewek punya pikiran bahwa mereka yang harus membiayai kita mulai dari nonton di bioskop sampai beliin alat-alat makeup.

Ekspektasi kita soal cowok pun jadi berpusat pada seberapa banyak uang yang mereka mampu hasilkan dan apakah mereka mampu membelikan kita ini itu. Dengan naif kita terjemahkan kedua hal tersebut sebagai bentuk kedewasaan dan kecukupan untuk berhubungan, terutama menikah.

Oleh karena itu, jangan heran kalau banyak orang tak bahagia, bahkan bercerai, karena ekspektasi tentang 'pria dewasa' dan 'hubungan ideal' itu sangat fana sebab hanya tentang materi. Sebelum terlanjur terjebak pada paradigma bahwa cowok harus jadi 'penyedia' dan cewek jadi 'penerima', coba pertimbangkan lima alasan berikut ini:

1. Minta bayarin cowok itu adalah cara yang sudah ketinggalan zaman.

Zaman orangtua kita dulu akses ke pendidikan dan kursus ketrampilan masih terbatas. Ini mempengaruhi supply-demand dalam dunia profesional. Sekarang, makin banyak cewek bisa menjadi pengacara, dokter, bahkan CEO perusahaan.

Cewek sudah sewajarnya mandiri secara finansial. Jadi, jangan berpikiran kuno dan masih saja meyakini kalau hidupmu harus bergantung pada seberapa tebal dompet cowokmu. Make your own money!

2. Asal kamu tahu, cowok juga banyak yang merasa keberatan bayarin cewek.

Kalau cowok menawarkan diri untuk bayar saat kita sedang makan malam, itu tak selalu berarti dia memang mau membayar. Banyak cowok yang terbebani dengan ekspektasi sosial bahwa mereka harus menanggung segala biaya kalau ingin berkencan atau menikah dengan cewek.

Belajar Forex