Fenomena Ecosexual, Bercinta dengan Pohon dan Berguling-guling di Tanah. Duh, Ada-ada Aja ya!

Posted on

Udah banyak pengikutnya.
Sebagai seseorang yang mendiami bumi pertiwi, jelas kita dituntut untuk menjaga dan melestarikan alam sekuat tenaga. Bahkan imbauan dari organisasi masyarakat dan lembaga pemerintahan telah digemborkan sejak zaman dulu. Sudah sewajarnya seperti itu, bukan? Menjaga kelestarian alam dari tangan-tangan terkutuk yang tak bertanggung jawab.

Sayangnya hanya sebagian orang yang sudah paham dan menjalankan kesadaran dirinya untuk menjaga alam dari ancaman oknum tak bertanggung jawab. Sebagian lagi, masih sibuk dengan kepentingannya sendiri mengeksploitasi alam dan satwa untuk keuntungan material. Uniknya, orang-orang yang mengaku sadar untuk menjaga alam semesta ini terlihat keblinger dan salah kaprah. Mereka menyebut diri mereka sebagai penganut ecosexual. Waduh. Apa tuh?

Nah, daripada bingung Hipwee Travel akan suguhkan materi mengenai ecosexual, ada hubungan apa sebenarnya dengan para pecinta alam ini? Berikut ulasannya!

Ecosexual muncul kali pertama lahir pada tahun 2000-an sebagai bentuk kekecewaan orang-orang terhadap masalah kecintaan masyarakat atas alam semesta

Ecosexual.Penganut ecosexual. via sexecology.org

BACA JUGA  Coba Bayangkan Hewan-hewan Beda Spesies Dikawin Silang. Mungkin Bakal Seperti Ini Jadinya!

Ecosexual merupakan penghormatan atas sifat seksual alami dari bumi, dan kita adalah bagian dari bumi yang terhubung dalam segala eksistensinya. Sarah Heartsong

Penjelasan tersebut mungkin masih sedikit rancu untuk dipahami. Pada dasarnya, ecosexual merupakan satu-satunya cara yang dipercaya oleh sekelompok orang yang memiliki semangat dan niat untuk menjaga keutuhan dan kelestarian alam dengan cara yang cukup aneh unik. Filosofi yang diusungnya adalah untuk membantu orang-orang agar berhubungan kembali dengan alam, dan tentunya dengan diri (tubuh) mereka sendiri.

Bahkan, mereka yang tergabung dalam gerakan ini telah membuat sebuah film dokumenter berjudul Goodbye Gauley Mountain, yang menceritakan tentang kecemasan dan sikap protes mereka terhadap kerusakan bumi ini.

Secara konsepsi, ecosexual ini bertolak belakang dengan lifestyle metroseksual yang lebih terkesan modern. Sementara ecosexual lebih memilih kembali ke alam

Back to nature ~Back to nature ~ via ineditweb.es

BACA JUGA  Astaga, Ternyata Penyebab Tingginya Tingkat Kemiskinan di Indonesia adalah Karena Kredit Motor!

Belajar Forex