Cerita Ni Luh Djelantik yang Karya Sepatunya Pernah Dipakai Paris Hilton

Posted on

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop

Bagi Anda penggemar fashion khusunya sepatu, mungkin familiar dengan brand Ni Luh Djelantik. Merek asal Bali tersebut sudah mengekspor produknya hingga ke 20 negara. Ni Luh Ary Pertami adalah sosok dibalik sepatu-sepatu cantik yang pernah dipakai Gissele Bundchen, Paris Hilton, Cameron Diaz, hingga Julia Roberts itu. Perjalanannya hingga bisa jadi pembuat sepatu berskala international pun cukup menginspirasi. Seperti apa?

Sebelum memulai bisnisnya di tahun 2003. Ni Luh memang tidak punya latarbelakang desain atau sepatu. Wanita kelahiran Kintamani itu terinspirasi membuat merek alas kaki karena ‘dendam pribadi’. Saat kecil ia mengaku jarang memakai sepatu dengan ukuran pas karena keterbatasan ekonomi.

“Karena bersekolah di private school, keluarga kami harus melakukan beberapa pengorbanan. Sepatu robek yang sudah muat dijahit lagi sama mama. Jadi ada sedikit dendam pribadi kalau nanti sudah berkerja harus dapat yang pas. With times, I become shoe lover sampai pernah punya 500 pasang,” ungkap Ni Luh dalam workshop yang diadakan Marina di toko Ni Luh Djelantik, Kuta, Bali, Sabtu (10/12/2016).

BACA JUGA  6 Pelajaran Penting dari Fase Grup Piala AFF 2016

Wanita yang pernah bekerjasama dengan merek Nicollas Vinetti hingga Zimmerman tersebut juga punya perjalanan karier nan menarik. Sebelum menjadi pembuat sepatu di Bali, Ni Luh sempat datang ke Jakarta untuk kuliah dan bekerja. Ibu satu anak itu pun mengawali karier sebagai resepsionis sekaligus operator dan Office Girl. Karena kerja kerasnya, tujuh tahun kemudian Ni Luh bisa menjabat sebagai Marketing Director sebuah perusahaan.

Bisnis sepatu yang dijalankannya pun bukan tanpa hambatan. Pada tahun 2005, Ni Luh adalah pendatang baru yang cukup dikenal dan sudah mengekspor ke banyak negara. Ia bahkan mendapat tawaran dari distributor Prancis dan Itali untuk menjadi partner mereka. Sayangnya, penawaran itu memaksa Ni Luh memindahkan produksi ke China. Tidak mau berpisah dengan para karyawannya, ia pun menolak. Akhirnya distributor itu mendirikan merek sendiri bernama Nilou yang hanya bertahan satu musim.

BACA JUGA  Gelandang Persib Ini Ternyata Ngeri Naik Pesawat Terbang

Belajar Forex