7 Pertanyaan Ini Bisa Menyelamatkanmu dari Berita Hoax di Media Sosial

Posted on


Arus lalu lintas informasi terasa begitu cepat semenjak internet mudah diakses saat ini. Begitu banyak informasi yang beredar, seakan membuat bias mana informasi yang dapat dipercaya, mana informasi yang nyata dan mana berita bohong yang sengaja dilempar untuk mengacaukan tatanan hidup manusia. Berita bohong gampang banget disebar dan menjadi viral di media sosial. Sebagai kaum milenial yang melek media, sebetulnya kita bisa dengan mudah mengetahui sebuah berita hoax dari 7 pertanyaan sederhana ini:

1. Apakah berita tersebut berasal dari situs dengan nama yang aneh?

Situs dari website dengan nama atau akhiran domain yang tidak familiar ataupun dari third party platforms seperti blog, akan dengan mudah dipertanyakan kredibilitasnya. Hati-hati juga dengan jebakan situs yang mengatasnamakan situs media online lain, tetapi dengan domain yang berbeda.

2. Apakah judul berita dengan isinya relevan?

Salah satu alasan kuat mengapa berita hoax paling cepat beredar di Facebook adalah karena pengguna Facebook seringkali mudah terpancing judul berita yang fantastis, terburu-buru membagikannya tanpa membaca terlebih dahulu isinya. Biasanya judul berita yang fantastis digunakan untuk memancing klik atau disebut clickbait. Isi beritanya seringkali tidak relevan, bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan judul.

3. Apakah berita tersebut aktual, atau sudah 'dimodifikasi' ulang?

Jangan salah, berita yang benar bisa dimainkan dan dimodifikasi ulang dengan pelintiran di sana-sini. Hasilnya adalah berita baru dengan informasi yang tidak benar. Gak cuma itu, berita lama bisa diangkat kembali ke permukaan, seolah-olah terjadi di saat ini untuk memancing isu baru. Sebuah blog bernama Viral Liberty baru-baru ini melaporkan bahwa pabrik Ford memindahkan produksinya dari Mexico ke Ohio karena kemenangan Donald Trump dalam pemilu. Berita ini begitu cepat menyebar. Faktanya, ya, Ford memang memindahkan pabriknya dari Mexico ke Ohio … tapi di tahun 2015. Jauh sebelum Trump memenangkan pemilu AS di 2016 ini.

Belajar Forex